Search-form

Mungkin Saja Manusia Bisa Tinggal di Bintang

Manusia mungkin saja tinggal di sebuah bintang. Astronom baru saja menemukan sebuah bintang yang suhunya cocok ditinggali manusia. Bintang tersebut bernama WD 0806-661 B.

Associate Professor for Astronomy and Astrophysics Pennsylvania State University, Kevin Luhman, yang menemukan bintang tersebut mengatakan, "Ini adalah bintang yang sangat kecil dengan atmosfer sedingin temperatur Bumi."

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/24/0809296620X310.jpg

Massa bintang tersebut hanya 6-9 kali massa Jupiter. Bahkan, bintang tersebut telah dinobatkan sebagai bintang terdingin di luar Tata Surya yang pernah ditemukan. Luhman mengatakan, bintang tersebut tergolong dalam jenis bintang katai coklat.

Seperti bintang lain, WD 0806-661 B juga terbentuk dari awan debu dan gas. Temperatur bintang bisa dingin. Sebab, dalam proses pembentukannya, bintang gagal mengakumulasikan massa dari awan debu sehingga reaksi termonuklir tak terjadi. Temperatur bintang diperkirakan cuma 27-80 derajat celsius.

WD 0806-661 B mengorbit bintang katai putih. Jarak antara WD 0806-661 B dan bintang katai putih yang diorbit adalah 2.500 kali jarak Bumi Matahari.

Untuk bisa menentukan apakah bintang ini layak ditinggali, pastinya masih butuh banyak penelitian. Namun, bintang katai putih terletak cukup dekat dari Tata Surya, hanya 63 tahun cahaya, jadi lebih "terjangkau".

WD 0806-661 B ditemukan dengan teleskop antariksa Spitzer milik NASA. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Astrophosical Journal. WD 0806-661 B sendiri telah dikonfirmasi sebagai bintang terdingin.

 
Sumber :
kompas.com

Tempat Hiburan Terbalik 180 Derajat

Konon di sebuah laboratorium di Segitiga Bermuda, Profersor Wonder mengadakan percobaan membuat angin puting beliung, tornado. Tiba-tiba, terjadi kecelakaan fatal. Tornado ciptaan profesor membawa laboratorium tersebut membumbung tinggi, jauh hingga mendamparkannya kembali di daerah Orlando, Florida.

Saat terhempas di daratan, laboratorium itu terbalik. Atap di bawah dan pondasi di atas. Anehnya, semua benda di dalamnya tidak ada yang rusak. Semua hanya jadi terbalik saja.

Orlando, Florida. - Foto : gallery.scottprokop
 
Sakibul hikayat ini jadi bahan cerita tim Wonderworks membuat tempat hiburan baru bagi warga Amerika, yaitu Wonderworks. Di dalam tempat ini semua dibuat terbalik. Meja, kursi, semua tergantung di atas. Seolah-olah kita benar-benar memasuki rumah yang jatuh terbalik dari angkasa.

Kini, ada empat Wonderworks tersebar di daerah Florida dan sekitarnya, yaitu: WonderWorks Online   –   Orlando, FL   •   Pigeon Forge, TN   •   Panama City Beach, FL   •   Myrtle Beach, SC. Semuanya memiliki arsitektur bangunan yang seragam.

Foto : wonderworksonline
 
Di dalamnya, pengunjung bisa memilih berbagai permainan seperti ropes challange course, lazer tag, 4D theater, Commedy dinner show. Cafe dan toko souvenir/oleh-oleh juga jadi daya tarik tersendiri.

Untuk dapat menikmati makanan seorang pengunjung harus membayar 25 dollar Amerika sementara anak-anak umur 4 sampai 12 tahun 17 Dollar.

 
 


Harga itu sudah termasuk makan malam tanpa batas berupa pizza, salad, bir, anggur merah, popcorn dan hidangan penutup. Tekecuali beberapa hiburan seperti lazer tag misalnya, harus membeli tiket tambahan.

Punya rencana berkunjung ke negeri Paman Sam? Tak ada salahnya mencoba keajaiban ini di Florida.


Sumber :
wonderworksonline.com

Bintik Misterius di Planet Uranus

Kebanyakan orang berpikir bahwa Uranus adalah planet yang tidak menarik. Planet yang memiliki kandungan air, metana, dan amonia dalam bentuk es dan sering disebut sebagai "es raksasa" ini kalah populer dibanding Mars, Jupiter, atau bahkan Pluto yang sudah mantan planet.

Namun, penemuan ahli keplanetan Larry Sromovsky membuat banyak orang bertanya-tanya. Sromovsky dengan teleskop Gemini 8,1 meter menemukan adanya bintik aneh di Uranus. Bercak serupa awan itu diduga merupakan erupsi es metana yang membumbung ke atmosfer Uranus.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/31/1639544620X310.jpg

Heidi B Hammel, pakar ilmu keplanetan lain yang juga terlibat penelitian, menggunakan Facebook untuk mengumumkan hasil penemuannya. Ia mengajak orang, termasuk astronom amatir, untuk mengobservasi bintik itu lebih lanjut. Jika informasi telah cukup, maka pengamatan dengan teleksop Hubble akan dilakukan.

Hammel menjelaskan, "Alasan kita peduli pada 'awan' di planet Uranus sebabnya ialah sepertinya fenomena itu bersifat musiman."

Ia menjelaskan, Uranus berputar miring pada sisinya sehingga memberi perubahan cahaya matahari ekstrem ketika musim berubah. Perubahan yang terjadi bahkan lebih dramatis daripada yang ada di planet lain.

"Uranus memberi kita wawasan tentang keseimbangan energi di atmosfer suatu planet," tambah Hammel seperti dikutip Discovery, Jumat (28/10/2011).

Ektremnya perubahan musim terbukti dari lamanya tiap-tiap area Uranus mendapat sinar Matahari. Selama 84 tahun revolusi (berdasarkan waktu Bumi), belahan utara Uranus menerima cahaya secara terus-menerus, sementara selama 42 tahun juga, belahan selatan Uranus gelap total.

Tidak tahu apakah para astronom amatir bisa memecahkan misteri ini karena keterbatasan peralatan. Namun yang jelas, Uranus kini juga bisa menjadi salah satu obyek yang bisa diteliti.

 
Sumber :
kompas.com

Wah, Ada Bumi Baru Terbentuk

elah ditemukan bumi selain milik kita oleh para peneliti. Kabarnya, Herschel Space Obervatory (HSO) baru saja mendapat gambar ‘cakram’ raksasa uap es pertama di gugus bintang muda. Gambar ini memberi petunjuk adanya Bumi lain.

Dalam observasi tersebut, terlihat air di sekitar bintang ini meluas hingga ‘ujung’ tata suryanya dan air yang ada cenderung menjadi komet es yang akan menabrak dunia muda dan membawa lautan bersamanya. Temuan ini menunjukkan, planet tertutup air seperti Bumi merupakan hal biasa.


“Penelitian kami menunjukkan, ada cukup air dalam cakram untuk mengisi ribuan lautan Bumi,” kata astronom Michiel Hogerheijde dari Leiden Observatory di Belanda. Sinar ultraviolet dari bintang terdekat membuat molekul air bebas dari es dan menciptakan lapisan tipis gas.

Bintang TW Hydrae yang berusia 10 juta tahun ini terletak 175 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Hydra. Cakram raksasa yang mengelilingi bintang ini memiliki ukuran hampir 200 kali jarak antara Bumi dan Matahari.

Selama beberapa ribu tahun mendatang, para astronom yakin materi dalam cakram ini akan bertabrakan dan menjadi planet, asteroid dan bentuk kosmik lainnya. Astronom yakin, TW Hydrae dan cakram esnya mewakili banyak sistem bintang muda lain yang memberi pengetahuan cara planet kaya air terbentuk di seluruh semesta.

Nah, kalau benar ini terjadi, berarti bakal ada calon bumi baru. Bagaimana dengan kehidupan di atasnya? Wallahu 'alam Bishowab.

 
sumber: 
yasirmaster