Search-form

Seram! Wajah Kematian Muncul di Testis Pria

 

Saat ‘wajah’ muncul di tempat-tempat tertentu atau di lokasi yang tak terduga, sering kali hal ini dianggap sebagai keajaiban, misalnya munculnya wajah Yesus di wajan atau di pintu toilet di Glasgow.

Namun tidak dengan yang satu ini, ahli urologi menemukan wajah pria yang sedang kesakitan di dalam tomor testis seorang pria. G. Gregory Roberts dan Naji J. Touma dari Queen’s University di Ontario, Kanada, pun melakukan pemeriksaan ultrasound.

Hal tersebut dilakukan guna memeriksa massa tak biasa dalam testis pria 45 tahun. “Warga staf takjub melihat gambar ini,” kata mereka dalam jurnal Society of Urology.

Debat yang muncul menyatakan gambar ini merupakan tanda dari dewa Min yang merupakan dewa Mesir untuk kejantanan laki-laki, lanjutnya.

Saat testis pria ini diangkat, ternyata diketahui tak berbahaya seperti dikutip Telegraph.

Pecandu Pornografi Beresiko Mandul


Penelitian terbaru menyatakan situs porno dapat menciptakan generasi muda yang putus asa ketika berada di kamar tidur.Kehadiran gambar-gambar atau video pornografi yang terlihat lebih sensasional membuat anak muda tidak antusias ketika melakukan pertemuan dan bercumbu dengan teman kencannya secara biasa.

Ini dapat sebabkan terjadinya impotensi yang bukan lagi masalah pada pria yang sudah memasuki usia paruh baya, tetapi bisa melanda pria di masa produktif mereka.Menurut laporan dari Psychology Today, hal tersebut sudah menjadi masalah umum dan melanda pria yang berusia 20 tahun. Mereka dianggap tidak mampu melakukan hubungan seks secara normal.

Laporan yang disebut 'Porno-Menyebabkan Disfungsi Seksual Meningkatkan Masalah', menjelaskan hilangnya libido di usia sebelum 30 tahun disebabkan reaksi tubuh yang terus menerus menyaksikan kenikmatan seksual secara berulang kali dengan melihat gambar pornografi di internet.

Otak manusia akan kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal dopamin, artinya pornografi dapat meningkatkan permintaan pengguna dalam hal pengalaman yang semakin ekstrim untuk membangkitkan gairah seksnya."Kata-kata erotis, gambar dan video yang dikonsumsi dalam waktu yang lama melalui internet memungkinakan aliran dopamin tak akan pernah berakhir," ungkap Marnia Robinson, penulis laporan ini seperti dikutip Daily Mail."Merupakan suatu kewajaran ketika mereka mencoba melakukan hubungan seks yang sebenarnya, namun mereka gagal untuk meningkatkan gairah seksnya," lanjutnya.


Sumber :
belajarcariuang.us