Search-form

Zeta Ophiuchi, Bintang Raksasa yang Melesat Lebih Cepat dari Peluru


Pernahkah Anda mendengar nama bintang yang satu ini? Jika belum, mari mengenal lebih jauh tentang benda angkasa ini. Zeta Ophiuchi merupakan bintang raksasa dan diperkirakan memiliki massa 20 kali lipat lebih besar dari Matahari. Penampakan visual bintang tersebut ditangkap oleh detektor infra merah di pesawat ruang angkasa milik NASA, bernama WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer), yang diketahui berwarna biru terang dengan gumpalan debu luas di sekitarnya. Meskipun berwarna biru lembut seperti seolah mengandung es, bintang ini justru termasuk bintang yang panas. 

Zeta Ophiuchi juga dikenal sangat bercahaya dan bisa terlihat paling terang diantara bintang-bintang raksasa lainnya. Kumpulan debu yang terlihat membungkus Ophiuchi sebenarnya adalah akibat dari melajunya bintang tesebut yang didorong oleh kekuatan angin hingga membentur gas dan debu di sekitarnya sampai kemudian membentuk sebuah kabut kekuningan dan hampir menyerupai busur. 

Bintang ini awalnya tidak bergerak melesat. Ophiuchi mengorbit di sekitar bintang-bintang lain yang lebih besar dan raksasa, namun ketika bintang-bintang tersebut mati dan menimbulkan ledakan supernova, dorongan angin yang sangat kuat membuat Ophiuchi terhempas bagai peluru masif yang cepat. Bintang yang bergerak cepat ini akan menerjang semua gas dan debu yang menghalangi jalannya, membuat mereka bergumul menjadi seperti satu kesatuan hingga menciptakan pemandangan visual ruang angkasa yang menakjubkan—mirip busur raksasa yang bias.

Materi-materi yang bersatu di dalam busur tersebut terkompresi dan memancarkan cahaya inframerah yang kemudian tertangkap oleh WISE. Para ahli percaya bahwa efek busur ini sebenarnya mirip dengan efek kecepatan benda yang meluncur seperti pada umumnya—contoh; peluru yang mendorong angin, kapal laut yang melaju dan mendorong gelombang di depannya membentuk jejak air yang tidak permanen, atau laju mobil yang menerjang angin ketika sedang melesat. Karena begitu cepatnya Ophiuchi ‘berlari’, maka diperkirakan oleh NASA bahwa benda angkasa ini bergerak dengan kecepatan 24 kilometer per detik, atau sama saja dengan 54 ribu mil per jam.

Di gambar tersebut, Ophiuchi adalah titik biru cemerlang yang berada di balik busur kekuningan dan dikelilingi dengan semburat jingga. Gambar inilah yang berhasil ditangkap oleh WISE dan kemudian diteliti oleh NASA. WISE sendiri dioperasikan dan dikelola oleh JPL (Jet Propulsion Laboratory) dan diperuntukkan oleh Direktor Misi Sains NASA di markas besarnya di Washington. Ilmuwan utamanya bernama Edward L. (Ned) Wright, seorang Astrofisikawan Inframerah dan Kosmologi yang telah bernaung di UCLA sejak tahun 1981. Proyeknya yang paling terkenal dan membuatnya meraih penghargaan dari NASA adalah satelit COBE (Cosmic Background Explorer) yang dimulai pada tahun 1987—yang kemudian diikuti dengan proyek-proyek lainnya, termasuk SIRTF (Space Infrared Telescop Facility) dan MAP (Microwave Anisotropy Probe).

Bintang Ophiuchi baru ditemukan oleh NASA di Januari tahun 2011. Keberadaannya yang menarik kemudian mendorong para ilmuwan NASA untuk mencari tahu lebih banyak tentang si bintang biru raksasa ini. Belum diketahui kapan atau dimanakah Bintang Ophiuchi akan berhenti ‘berlari’. Mungkin masih sangat lama dan masih sangat jauh. Dan sementara itu timbul pertanyaan dari berbagai pihak, seperti misalnya, apakah bintang Ophiuchi pernah/akan menabrak benda angkasa solid lain di perjalanannya? Jika iya, apakah dampak yang akan terjadi akibat benturan tersebut? Akankah berbahaya bagi Bumi dan dan planet-planet di sekitarnya? Tentunya kita tidak mengharapkan benda cantik tersebut untuk menjadi bencana bagi alam semesta. Dan para ilmuwan NASA sendiri akan terus menyelidiki Ophiuchi sampai pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa terjawab.


Sumber :