Search-form

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan

Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.

Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/25/1748502620X310.jpg

"Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus 'terlarut' dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi," tambah Chen.

Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.

Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.

Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.

Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.

Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.


Sumber :
kompas.com

Inikah Wujud Tengkorak "Alien"?

Sebuah tengkorak ditemukan di Andahuaylillas, selatan Provinsi Quispicanchi, Peru. Tengkorak itu begitu aneh, berukuran hampir 50 cm, sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya, inikah tengkorak alien?

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/0907548620X310.jpg

Renato Davila Riquelme yang bekerja di Museum Privado Ritos Andinos, penemu tengkorak itu, mengatakan bahwa meski mirip manusia, lubang mata tengkorak jauh lebih besar dari tengkorak manusia mana pun.

Keanehan lain, ada bagian lunak di tengkorak, disebut fontanelle, yang biasa dijumpai pada bayi. Meski demikian, tengkorak memiliki dua gigi geraham besar yang hanya didapati pada manusia dewasa.

Riquelme mengatakan bahwa tiga antropolog dari Rusia dan Spanyol telah datang ke museumnya. Mereka sepakat bahwa tengkorak itu bukan milik manusia.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/0909577620X310.jpg

"Meski evaluasi masih dangkal, bisa dipastikan bahwa fitur-fiturnya tidak merujuk pada etnis apa pun di dunia," kata Riquelme seperti dikutip Daily Mail.

Analisis lebih lanjut akan dilakukan. Adanya sisa bola mata pada bagian kanan lubang mata di tengkorak memungkinkan ilmuwan melakukan analisis DNA untuk memastikan apakah tengkorak itu benar-benar milik alien.

Selain tengkorak ini, ditemukan pula fosil lain yang sudah terkesan tak berwajah. Fosil itu dibungkus oleh sebuah lapisan sebagaimana layaknya plasenta.

Meski beberapa kalangan menduga bahwa tengkorak ini milik alien, sebenarnya ada penjelasan lain. Di masa lalu, ada praktik memanjangkan kepala untuk tujuan status sosial.

Pembentukan biasanya dilakukan dengan membungkus kepala menggunakan kain secara ketat. Sementara itu, praktik membuat kepala lebih datar dilakukan dengan kayu.

Biasanya, pembentukan dilakukan pada saat bayi karena kepala masih lunak. Pembentukan bisa dimulai satu bulan setelah bayi lahir dan berjalan hingga 6 bulan sesudahnya. 


Sumber :
kompas.com

Ciuman Ibu Perkuat Kekebalan Bayi


Ciuman ibu kepada buah hatinya merupakan suatu bentuk tanda kasih sayang yang tidak terukur. Tetapi, tahukah Anda bahwa ciuman seorang ibu juga dapat menjadi bentuk proteksi terhadap anak, terutama untuk mencegah penyakit? 

Sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh Dr Tagg menemukan bahwa ketika seorang ibu mencium bayinya, secara tidak langsung, si ibu akan mentransmisikan sejenis bakteri tertentu yang dapat membantu membangun kekebalan terhadap penyakit seperti pilek dan radang telinga

Bukan hanya itu, pelukan ibu rupanya turut andil dalam mempromosikan pemulihan penyakit lebih cepat. Manfaat kesehatan ini ditemukan dalam sebuah penelitian di Bliss Hospital, terutama pada anak-anak yang lahir prematur di Montreal. Penelitian ini melibatkan 61 bayi.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan mengambil sampel darah serta mengukur dan mengamati kecepatan denyut jantung, tingkat oksigen dalam darah dan ekspresi wajah bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi dalam pelukan ibu mengalami proses kesembuhan lebih cepat.

Bayi-bayi ini sepenuhnya lepas dari rasa sakit selama tiga menit setelah mendapatkan peluk dan cium dari ibu mereka. Namun ketika bayi sudah tidak mendapatkan dekapan dan proteksi dari ibu, ada kemungkinan penyakitnya kambuh.


Sumber :
kompas.com

Pecandu Pornografi Beresiko Mandul


Penelitian terbaru menyatakan situs porno dapat menciptakan generasi muda yang putus asa ketika berada di kamar tidur.Kehadiran gambar-gambar atau video pornografi yang terlihat lebih sensasional membuat anak muda tidak antusias ketika melakukan pertemuan dan bercumbu dengan teman kencannya secara biasa.

Ini dapat sebabkan terjadinya impotensi yang bukan lagi masalah pada pria yang sudah memasuki usia paruh baya, tetapi bisa melanda pria di masa produktif mereka.Menurut laporan dari Psychology Today, hal tersebut sudah menjadi masalah umum dan melanda pria yang berusia 20 tahun. Mereka dianggap tidak mampu melakukan hubungan seks secara normal.

Laporan yang disebut 'Porno-Menyebabkan Disfungsi Seksual Meningkatkan Masalah', menjelaskan hilangnya libido di usia sebelum 30 tahun disebabkan reaksi tubuh yang terus menerus menyaksikan kenikmatan seksual secara berulang kali dengan melihat gambar pornografi di internet.

Otak manusia akan kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal dopamin, artinya pornografi dapat meningkatkan permintaan pengguna dalam hal pengalaman yang semakin ekstrim untuk membangkitkan gairah seksnya."Kata-kata erotis, gambar dan video yang dikonsumsi dalam waktu yang lama melalui internet memungkinakan aliran dopamin tak akan pernah berakhir," ungkap Marnia Robinson, penulis laporan ini seperti dikutip Daily Mail."Merupakan suatu kewajaran ketika mereka mencoba melakukan hubungan seks yang sebenarnya, namun mereka gagal untuk meningkatkan gairah seksnya," lanjutnya.


Sumber :
belajarcariuang.us

Berbahaya!, Jangan Tidur Berlebihan

Bagaimana tidur kamu hari ini? Merasa kurang atau berlebih?

Sulit tidur atau insomnia memang tidak baik untuk kesehatan. Tapi kalau kelebihan tidur, atau istilahnya oversleeping (disebut juga hipersomnia) ternyata juga tak baik untuk tubuh kita. Nah, apa saja penyebab seseorang terkena oversleeping atau hipersomnia?

                                                                                                                           
1.  Sleep apnea, jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.

2. Narcolepsy, masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.

3. Stres dan depresi. Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.

4. Kelelahan. Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, kamu cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.

 
Lantas, apa saja dampaknya bagi kesehatan?

1. Diabetes. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

2. Obesitas. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

3. Sakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

4. Sakit kepala. Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

5. Nyeri punggung. Ketika kamu berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

6. Ini akibat paling parah: Kematian !!! Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).

Jadi, bagaimana cara mengatasi oversleeping? Simak tipsnya:

1. Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan kamu ke realitas, bahkan dari tidur yang paling dalam.

2. Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm tidur kamu.

3. Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh kamu teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat kamu bebas dari tenggat pada keesokan harinya.

4. Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika kamu mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan kamu mengalami oversleeping.

Bagaimanapun, semua tips di atas tidak akan berhasil bila kamu tetap bertahan dengan satu-satunya penyebab, yaitu: Malas !!! :P

sumber: 
zonapencaria.com

Awas, Duduk Terlalu Lama Bikin Gemuk

Ingin bebas dari sakit punggung dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung? Caranya sangat mudah, jangan duduk terlalu lama. Berjam-jam duduk di bangku untuk sebenarnya  seperti 'membunuh' Anda perlahan-lahan.


Banyak penelitian yang menunjukkan kalau duduk sepanjang hari, secara signifikan bisa merusak kesehatan. Dengan memaksa tubuh, yang dirancang untuk bergerak, duduk sepanjang hari, bisa melemahkan otot. Termasuk memperlambat proses metabolisme, meningkatkan risiko penyakit jantung dan bahkan memperpendek usia Anda.

"Duduk sangat berbahaya bagi kesehatan sama seperti merokok," kata Marc Hamilton, PhD, seorang ahli mikrobiologi di Pennington Biomedical Research Center, seperti dikutip dari Health.com.

Duduk juga membuat berat badan akan terus naik secara signifikan. Itu karena, ketika Anda menempelkan bokong pada kursi, metabolisme pun langsung melambat. Pemicunya adalah enzim yang disebut lipoprotein lipase, yang berada di pembuluh darah dalam otot-otot Anda.

"Lipoprotein lipase menangkap lemak dalam darah dan membakarnya. Ketika Anda berdiri, otot postural akan menyangga berat badan, terutama pada kaki, melepaskan enzim yang bekerja membakar lemak. Tetapi ketika duduk diam dan tidak bergeser setiap 30 sampai 90 detik, lemak tetap dalam arteri dan jadi lemak tubuh," kata Hamilton

Duduk seharian mengurangi aktivitas lipoprotein sekitar 90 hingga 95 persen. Fakta buruk lainnya, beberapa ahli ada yg berpendapat, bahwa 60 sampai 90 menit olahraga tidak bisa menetralkan dampak dari duduk seharian.

Bahkan, Hamilton mengatakan, reaksi biokimia pada orang yang duduk lama sangat lambat dibandingkan seseorang yang banyak beraktivitas fisik.  James Levine, MD, seorang peneliti obesitas di Mayo Clinic, juga mengungkap, perbedaan terbesar antara orang kurus dan gemuk bukan seberapa banyak mereka makan atau olahraga. Tapi, seberapa lama mereka duduk.


Sumber :
vivanews.com

Ada Rahasia Tersembunyi Dalam Usus Panda

Panda raksasa, hewan yang menjadi ciri khas negeri China ternyata tidak begitu saja mengonsumsi bambu.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, ada mikroorganisme di usus mereka yang membantu mencerna tumbuhan itu meski usus mereka sebenarnya lebih cocok untuk makan daging.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/19/2214316620X310.jpg

Di dunia satwa, panda (Ailuropoda melanoleuca) merupakan hewan yang paling pilih-pilih dalam urusan makanan. Di alam bebas, mereka makan lebih dari 12 kilogram bambu setiap hari dan hanya sedikit mengonsumsi makanan lain.

Mereka perlu makan sebanyak itu karena meski bambu mengandung protein, gula, lemak, dan nutrisi lain, sebagian besar kalorinya terkunci di serat selulosa yang sulit dicerna.

Dari sebuah penelitian terhadap dua ekor panda, diketahui bahwa 92 persen selulosa dan 73 persen hemiselulosa pada bambu yang dimakan panda hanya ‘numpang lewat’ dan berakhir di feses.

Sebagian besar herbivora mengembangkan cara untuk memecah selulosa menjadi gula. Sebagai contoh, sapi dan hewan lain memiliki sistem pencernaan rumit yang memiliki beberapa perut yang penuh dengan mikroba. Mereka mencerna berkali-kali untuk mengekstrak nutrisi dalam jumlah maksimal.

Namun panda merupakan beruang, hewan yang umumnya mengonsumsi daging dan tidak memproduksi enzim yang dibutuhkan untuk mencerna selulosa atau memiliki mikroba seperti hewan herbivora.

Dari survei terhadap usus panda, ternyata hewan itu punya mikroorganisme yang sama seperti beruang hitam, beruang kutub, dan pemakan daging lainnya.

Fuwen Wei, ekolog dari Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences di Beijing kemudian memperhatikan lebih lanjut mikroba yang hidup di dalam usus panda.

Mereka mengumpulkan sampel dari 7 ekor panda liar di pegunungan Qinling dan Xiangling di China tengah dan barat, serta 8 ekor panda yang ada di penangkaran untuk diteliti DNA, bakteria dan juga gen mikrobial yang ada di usus mereka.

Meski panda liar dan panda yang ada di penangkaran mengonsumsi makanan serta punya gaya hidup yang berbeda (panda di penangkaran memakan lebih beragam makanan termasuk buah dan susu), mereka cenderung memiliki spesies mikroba yang sama di ususnya.

Kedua kelompok beruang itu punya enzim yang memecah selulosa menjadi gula yang lebih sederhana.

Enzim mikrobial itu membantu panda mengekstrak energi lebih banyak dari sedikitnya jumlah bambu yang berhasil mereka proses.

Mikroba ini merupakan bagian dari adaptasi evolusioner, selain rahang dan gigi yang kuat, jari dan tulang yang memungkinkan mereka mencengkram tangkai, yang membantu panda hidup hanya dari bambu meski mereka punya sistem pencernaan hewan karnivora.

Meski demikian, Ruth Ley, mikrobiolog dari Cornell University, New York menyebutkan, panda juga punya enzim pencerna selulosa yang lebih sedikit dibandingkan spesies herbivora non eksklusif seperti manusia.

"Kami melihat panda sebagai hewan yang beradaptasi dengan buruk. Cara utama bagaimana panda beradaptasi terhadap makanan berkualitas rendah bukanlah lewat mikrobiota seperti sebagian besar hewan lain, tetapi dengan cara makan terus menerus selama 15 jam per hari," ucapnya.

 
Sumber :
kompas.com

Mengapa Golongan Darah Manusia Berbeda?

Manusia merupakan makhluk yang memiliki banyak misteri. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa golongan darah tiap orang berbeda-beda?

Keberadaan golongan darah manusia yakni untuk menangkis penyakit menular. Namun, ketidakcocokan beberapa golongan darah sebenarnya hanyalah sebuah kecelakaan evolusi pada manusia itu sendiri.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1783165.jpg

Terdapat empat empat jenis golongan darah utama. Golongan darah A merupakan golongan darah paling kuno. Pasalnya, golongan darah ini sudah ada sejak sebelum spesies manusia berevolusi dari moyang hominidnya.

Golongan darah B diduga kuat berasal dari 3,5 juta tahun silam dari mutasi genetik yang memodifikasi salah satu gula yang berada di permukaan sel darah merah. Dimulai pada 2,5 juta tahun silam, mutasi terjadi dan membuat gen gula itu menjadi lamban.

Alhasi, tercipta golongan darah O yang tak memiliki versi gula dari golongan darah A atau B. Kemudian, ada golongan darah AB yang memiliki gula golongan darah A dan B. Gula inilah yang membuat beberapa jenis golongan darah tak cocok.

Jika darah dari donor bergolongan darah A diberikan pada orang dengan golongan darah B, sistem kekebalan tubuh penerima akan mengenali gula asing itu sebagai penyerbu dan isyarat serangan.

Reaksi kekebalan yang terjadi bisa sangat mematikan. Golongan darah O negatif dikenal sebagai ‘donor universal’ karena tak memiliki molekul yang akan memprovokasi reaksi tersebut, ‘negatif’ dalam hal ini kurangnya jenis molekul permukaan lain yang dikenal sebagai antigen Rh.

Namun, ketidakcocokan bukanlah bagian dari alasan manusia memiliki golongan darah, kata kepala pengobatan transfusi Harvey Klein di National Institute of Health Clinical Center.

“Transfusi darah merupakan fenomena baru (ratusan tahun, bukan jutaan tahun lalu), dan karenanya hal ini tak ada hubungannya dengan evolusi golongan darah,” paparnya.

Penyebab evolusi atau setidaknya salah satu di antaranya adalah penyakit. Misalnya menurut ahli hematologi Christine Cserti-Gazdewich dari Toronto General Hospital, malaria tampaknya menjadi kekuatan utama di balik selektifitas golongan darah O.

Golongan darah O lebih umum dijumpai di Afrika dan bagian lain dari dunia yang memiliki beban tinggi malaria. Hal ini menunjukkan, golongan darah membawa semacam keuntungan evolusi.

“Dalam kasus ini, keuntungannya adalah, sel-sel yang terinfeksi malaria tak menempel dengan baik pada sel darah golongan darah O atau B,” kata Cserti-Gazdewich. Sel darah yang terinfeksi malaria cenderung menempel sel dengan gula golongan darah A.

Setelahnya, gumpalan yang dikenal sebagai ‘mawar’ akan terbentuk dan gumpalan ini bisa sangat mematikan ketika terbentuk di organ vital, seperti otak.

Akibatnya menurut hasil studi 2007 yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, orang bergolongan darah O tak akan merasakan sakit yang terlalu parah saat terinfeksi malaria.

Di sisi lain, orang bergolongan darah O lebih rentan pada penyakit lainnya. Misalnya, orang bergolongan darah O lebih rentan pada Helicobacter Pylori, bakteri yang menyebabkan bisul, kata Klein.

Namun sayangnya, hasil riset belum menunjukkan apakah hal tersebut atau beberapa penyakit lain menjelaskan mengapa manusia masih memiliki golongan darah.

 
Sumber :
inilah.com

Megavirus chilensis, Virus Terbesar yang Pernah Ditemukan di Dunia

Ilmuwan dikejutkan oleh penemuan virus terbesar di dunia di wilayah lepas pantai Chile. Virus ini memiliki lebih dari 1000 genome, demikian papar ilmuwan pada AFP.

Virus jenis baru tersebut dinamakan Megavirus chilensis, berdasarkan ukuran dan tempat penemuannya. Genome virus ini 6,5% lebih besar dari kode DNA virus terbesar sebelumnya, Mimivirus, yang diisolasi tahun 2003.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/11/1245484620X310.jpg

Secara teori, Virus berbeda dengan bakteri karena lebih kecil dan tak bisa bereproduksi tanpa inang makhluk hidup. Tapi, ukuran virus jenis baru ini lebih besar dari bakteri dan merupakan virus DNA terkompleks.

Virus ini diisolasi dari sampel air laut di wilayah lepas pantai Las Cruses, Chile. Sampai saat ini, belum diketahui makhluk hidup yang menjadi inang virus ini.

"M. chilensis tampaknya tidak berbahaya bagi manusia," kata Jean Michel Claverie, peneliti dari National Centre for Scientific Research (CNRS) di Perancis yang terlibat penelitian ini.

Karena ukurannya besar, maka untuk melihat virus ini, Claverie mengatakan, "Anda tak perlu mikroskop elektron untuk melihatnya, anda bisa melihat dengan mikroskop cahaya biasa."

Penemuan ini dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences. Secara rinci, genome virus ini terdiri dari 1.259.197 pasangan basa nitrogen dan 1.120 gen.

 
Sumber :
kompas.com

NASA Akui Alien dan UFO Ada

Clark C. McClelland, seorang anggota senior MUFON 1958-1992, baru-baru ini telah menunjukkan laporan rincian kejadian luar biasa pada pers Kanada yang berisikan rahasia dan peristiwa yang terjadi selama misi penerbangan pesawat ulang-alik Columbia.


Menurut laporan internal yang dibenarkan oleh Dr Story Musgrave (salah satu kru kapal luar angkasa Columbia khusus Kargo STS-80), sebuah benda berbentuk lingkaran cakram yang memiliki besar melebihi besarnya pesawar Antariksa Columbia tersebut tiba-tiba muncul di dekat pesawat. Saat itu pasawat Columbia tengah mengorbit dan berada pada ketinggian 306 Km dari permukaan bumi.

Dr. Story Mugsgrave mengatakan : "Saya tidak tahu apa itu .. Aku tidak tahu ... Benda itu muncul begitu saja."

Setelah kembali ke Bumi, Musgrave di intrograsi oleh para ilmuwan NASA tentang kejadian tersebut. Menurut laporan tersebut, ilmuwan memeriksa rekaman video dari pertemuan Pesawat Ulang Alik Columbia dengan pesawat UFO itu.

Menurut catatan laporan tersebut, Obyek berbentuk cakram itu tiba-tiba saja muncul, dan seperti membuntuti atau mengamati pesawat Columbia. Musgrave pensiun dari NASA setelah misi tersebut. Dia sangat yakin bahwa kecerdasan luar bumi tidak hanya ada, tapi telah hadir dan mendekati bumi.

Keyakinan tentang keberadaan UFO dan Alien semakin diperkuat setelah baru-baru ini, Ken Johnston dipecat dari NASA setelah ia mengungkapkan tentang keberadaan Kota Alien di permukaan Bulan. Ken Johnston dianggap melakukan kesalahan dengan membocorkan rahasia negara.

Di Washington, DC, mantan Perwira Intelijen Angkatan Laut Amerika, Milton Cooper telah mengungkapkan tentang adanya pangkalan rahasia aneh di bulan yang sebenarnya telah diketahui oleh NASA selama bertahun-tahun.

Dr. Story Mugsgrave bahkan menyatakan, "Yakinlah, bahwa ALIEN itu ada, dan dia ada disekitar kita. Percayalah !"

 
Sumber :
poztmo.com

Waspadalah, Televisi Perlahan Membunuh Anda

Hampir sebagian besar keluarga di dunia kini pasti memiliki pesawat televisi di rumah mereka. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, televisi berkembang menjadi media hiburan yang semakin terjangkau untuk semua golongan masyarakat. Mengusung berbagai konten menarik yang sebagian besar tersedia gratis, televisi menjadi pilihan paling masuk akal untuk menghadirkan sedikit keceriaan di dalam rumah. Namun siapa yang menyangka, jika “kotak ajaib” audio visual ini juga ternyata mampu membunuh Anda secara perlahan?


angan lantas membayangkan nyawa Anda terancam karena kehadiran makhluk menyeramkan yang keluar dari layar kaca Anda. Kita tidak sedang membicarakan fiksi horror ala Korea. Kemampuan televisi untuk membunuh ini didapatkan dari sebuah penelitan masif yang mampu dipertanggungjawabkan. Dr. J. Lennert Veerman dari University of Queensland, Australia melakukan penelitian terhadap 11.000 responden yang berusia di atas 25 tahun tentang kebiasaan mereka menikmati tayangan televisi. Dibandingkan dengan data populasi dan angka kematian Australia, penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang cukup mengejutkan. Televisi ternyata memiliki efek yang cukup katastropik untuk usia hidup Anda. Televisi membuatnya lebih pendek.

Hasil penelitian yang dirilis di jurnal British Journal of Sports Medicine ini menunjukkan sebuah data yang cukup kontroversial. Tenyata usia harapan hidup Anda yang berusia di atas 25 tahun akan berkurang 22 menit untuk setiap jam yang Anda habiskan menonton televisi. Tentu saja efek televisi ini tidak berasal dari dampak langsung. Pengurangan usia hidup ini lebih terjadi karena kurangnya aktivitas gerak dan kecenderungan untuk mengemil ketika menonton televisi, sehingga kemungkinan besar berujung pada obesitas. Selain itu, dampak psikologis seperti rasa kesepian, terisolasi, dan depresi juga menghantui. Bahkan bahaya yang ditampilkan oleh televisi ini disamakan dengan bahaya kesehatan yang mungkin dihasilkan oleh kebiasaan merokok.



Apakah Anda yang jarang menonton televisi lantas dapat dikatakan aman? 

Tidak juga! Anda yang dituntut untuk bekerja di depan komputer selama 6 jam per hari juga berpotensi untuk meninggal40% lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak. Lantas apa yang harus dilakukan? Para peneliti menyarankan aktivitas fisik yang lebih banyak, kapanpun dimanapun. Duduk diam, makan, berbaring malas, kemudian makan kembali setelah usia 25 tahun memang membuat malaikat kematian lebih tertarik untuk menunggu Anda.

 
Bagaimana dengan Indonesia sendiri? 

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan bahwa anak-anak Indonesia rata-rata menonton televisi selama 30-35 jam per minggu. Jika kebiasaan ini terus dilakukan hingga menginjak dewasa, ini berarti pengurangan masa hidup hingga 10 jam per minggu. Wow! Tidak mengherankan jika suatu saat kita melihat usia hidup manusia Indonesia yang memendek dari tahun ke tahun. Anak juga menjadi sangat rentan untuk terpapar berbagai dampak psikologis yang mengkhawatirkan jika terus melihat tayangan televisi saat ini yang harus diakui seringkali tidak cocok dengan usia mereka. Ini adalah sebuah wake up call yang sudah pantasnya dilihat sebagai sebuah masalah serius.

Ada baiknya kita mulai menyikapi penelitian ini dengan perubahan gaya hidup yang lebih bijaksana. Setidaknya berkomitmen untuk menyempatkan aktivitas fisik dan beristirahat ketika tubuh mulai merasa lelah menonton televisi. Jangan memaksakan diri seperti wanita Taiwan yang sempat menjadi bahan perbincangan ini. Keputusannya untuk menonton seri drama Korea selama 70 jam non-stophampir membuat ia kehilangan kedua matanya. Matanya yang super lelah hampir kehilangan fungsi total karena kurangnya istirahat. Intinya, gunakan televisi dengan bijak. So people, know your limit.



Sumber :

Wah!, Biskuit Ternyata Berbahaya Bagi Perempuan

Siapa yang tidak kenal biskuit? Kudapan yang memiliki berbagai rasa ini ternyata berbahaya bagi perempuan karena menyebabkan kanker. Bagaimana bisa?


Berdasarkan sebuah studi terbaru, makan biskuit, roti, atau kue tiga kali seminggu bisa menyebabkan risiko kanker rahim. Ini merupakan hasil penelitian selama 10 tahun yang digelar Institut Karolinska di Swedia.

Mereka memantau kebiasaan makan lebih dari 60.000 perempuan dan menemukan bahwa mereka yang terbiasa mengemil makanan-makanan itu 33% lebih mungkin untuk menderita penyakit tersebut.
Seperti dilansir dari Dailymail, bagi mereka yang menikmati kudapan itu lebih dari tiga kali seminggu, risikonya melonjak hingga 42%. Para ilmuwan di Swedia ingin mengetahui apakah ada kaitan langsung antara jumlah konsumsi makanan manis dan kanker.

Mereka pun mempelajari data dari ribuan perempuan selama 1987 hingga 1990 dengan memberikan pertanyaan seputar kesehatan, seperti pola makan, gaya hidup, dan berat badan. Sepuluh tahun kemudian, mereka yang masih hidup mengungkap jawaban atas pertanyaan tentang kebiasaan makan mereka.

Pada 2008, para peneliti mencocokkan jawaban itu dengan catatan medis mereka, khusus untuk mencari diagnosis kanker endometrium, bentuk paling umum kanker rahim.

Permen, minuman ringan, dan selai memiliki pengaruh yang kecil. Namun, mereka yang melebihi asupan total lebih dari 35 gram gula sehari, setara dengan sekitar tujuh sendok teh gula, bisa mengalami peningkatan 36% dalam risiko tumor.

Para ilmuwan mengatakan bahwa kelebihan gula membuat tubih lebih banyak menghasilkan insulin dan estrogen. Temuan mereka diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention. 


Sumber :

Mutasi Gen Penyebab Kanker Terjadi Setelah Merokok

Hanya dalam waktu 15-30 menit setelah aktivitas merokok berhenti, racun rokok segera bereaksi merusak gen dalam tubuh.


Los Angles, PelitaOnline – SEBUAH penelitian yang dilakukan baru-baru ini akibat kebiasaan buruk merokok kembali terungkap.

Penelitian dilakukan melibatkan 12 perokok di Amerika. Hasilnya dinyatakan bahwa rokok mampu merusak gen yang berhubungan dengan terjadinya kanker.

Hal ini disebabkan oleh paparan zat phenanthrene yang ada dalam asap rokok, sehingga DNA akan mengalami mutasi penyebab kanker.

Zat ini cukup meracuni DNA yang terdapat pada inti sel manusia. Asap rokok juga mengandung polutan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons), seperti yang yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga batu bara.

Hasil yang membuat para peneliti terkejut adalah masa terjadinya mutasi genetik tersebut pasca-merokok. Hanya dalam waktu 15-30 menit setelah aktivitas merokok berhenti, racun rokok segera bereaksi merusak gen dalam tubuh. Setiap hisapan rokok membahayakan gen. Risiko kanker juga semakin besar, seperti yang dikutip healty of journal, Selasa (6/9).

Stephen Hecht, pemimpin penelitian mengatakan, “dampaknya sangat cepat sehingga sama dengan menyuntikkan zat itu langsung ke dalam aliran darah.”

Menurutnya, temuan ini sebaiknya dijadikan perhatian bagi perokok maupun orang yang ingin menjadi perokok, agar mereka segera menjauhi batang tembakau berbahaya ini. Sekitar 90 persen kematiian akibat kanker paru-paru, disebabkan oleh rokok. Sekitar 3.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap harinya akibat rokok.

Penelitian ini didanai National Cancer Institute yang termuat dalam jurnal kajian Chemical Research in Toxicology, diterbitkan American Chemical Society. 


SUmber :

Penyakit yang dapat Menyebabkan Orang Jadi Jenius

Saat tubuh anda bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, proses ini disebut dengan Latent Inhibition ato disingkat dengan LI (Indonesia: Inhibisi Laten).


Dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Kelainan ini disebut dengan Low Latent Inhibition atau LLI.

Tanda-tanda orang yang mengidap LLI:

 
1. Lebih peka terhadap informasi di sekitar anda

Anda melihat lebih banyak, mendengar lebih banyak, lebih bau dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa upaya sadar, pikiran Anda memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas .Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan (yang menarik bagi Anda), pikiran Anda secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi anda dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.

 
2 .Dapat mengetahui kebohongan seseorang 

Anda biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.

 
3. Mampu belajar dengan cepat  

Ketika belajar, Anda dapat membuat perubahan seketika. Anda dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja anda serap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Anda melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.

 
4. There is no talking voice in your head 

Anda berpikir secara jernih dengan pikiran sadar anda. Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar anda tanpa pengaruh pikiran bawah sadar.

 
5. Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran 

Karena pikiran anda sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka anda akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.

 
6. Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya 

Anda akan merasa sebal dan geregetan bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran anda, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang anda anggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran anda sudah mencapai poin P (dalam alfabet).

 
7. Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan 

Anda dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.
Orang yang mengidap LLI beresiko mengalami keterbelakangan mental bila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Sedangkan pengidap LLI yang memiliki IQ tinggi akan menjadi seseorang yang biasa kita sebut jenius.


Sumber :

Peneliti Menemukan Penyebab Perempuan Lebih Takut Film Horor

Film-film yang menayangkan adegan menyeramkan atau horor umumnya disukai oleh kaum laki-laki dan dihindari perempuan. Kini penyebab mengapa perempuan takut dengan film horor berhasil ditemukan.

http://www.anneahira.com/images/topic/horor.jpg

Sebuah studi menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk mengantisipasi adegan menakutkan yang muncul di depannya, kondisi ini membuat perempuan lebih takut dibanding laki-laki saat menonton film horor.

Ketika menonton film horor, perempuan selalu menerka-nerka adegan berikutnya yang lebih negatif sebagai bentuk antisipasi, sementara pria hanya menikmati tontonan di depannya.

Peneliti mengetahui hal ini karena ketika diberi peringatan mengenai kekerasan yang ekstrem atau horor maka otak perempuan akan langsung memberikan respons dengan melakukan suatu tindakan, sementara otak laki-laki tetap tenang sampai peristiwa tersebut terjadi atau terungkap.

Hasil studi ini telah menunjukkan bahwa antisipasi terhadap sesuatu yang buruk sudah cukup menimbulkan reaksi di otak perempuan, tapi tidak bagi laki-laki, seperti dikutip dari Medindia.

Selain itu ketika perempuan dihadapkan pada sesuatu yang negatif maka emosinya akan lebih cepat merespons sebagai akibat dari aktivitas di otak sehingga mempengaruhi memorinya.

Jika tindakan antisipasi yang dilakukan saat menonton film horor besar, maka ia akan semakin ingat dengan adegan tersebut.

Mengantisipasi suatu peristiwa yang tidak menyenangkan bisa membantu tubuh menyiapkan reaksi terhadap situasi yang mengancam.

Tapi jika antisipasi yang dilakukan tersebut berlebihan maka bisa menyebabkan gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University College London yang mempelajari bagaimana jenis kelamin mengantisipasi peristiwa yang tidak menyenangkan.

Sebanyak 30 partisipan diukur aktivitas otaknya saat melihat pemandangan positif (pemandangan alam yang damai) dan pemandangan negatif (kekerasan ekstrem). Hasil studi ini telah dilaporkan dalam The Journal of Neuroscience.

 

Ditemukan Kotak Tua Terkait Misteri Penyaliban Yesus

Otoritas Barang Antik Israel berhasil menyita kotak tua berusia 2000 tahun dengan ukiran pesan di permukaannya. Peristiwa itu terjadi 3 tahun lalu. Namun kotak tua itu ternyata berharga, sebab ditengarai terkait dengan cerita mengenai kematian Yesus.

"Di luar semua keraguan, pesan yang terukir di atas kotak tua itu otentik," kata Yuven Goren, arkeolog dari Tel Aviv University yang memimpin upaya otentifikasi kotak tua berbahan batu gamping dan berhiaskan ukiran bunga roset itu.


Ukiran pesan di kotak tua itu menyebut nama salah satu imam besar yang bertanggungjawab dalam penyaliban Yesus, yakni Kayafas. Tulisan pesan itu sesuai publikasi Foxnews, "Miriam anak perempuan Yeshua putra Caiaphus (Kayafas), imam besar Maaizah dari Beit Imri."

Goren menerangkan, Maaizah merupakan klan terakhir yang disebut dari 24 ordo imam besar dari periode gereja kedua. Sementara Beit Imri menurut Goren adalah tempat dimana klan tinggal sebelum menyebar ke Galilea pada tahun 70 AD sesuai riwayat dalam Kitab Talmud.

Menurut Goren, kotak tua itu kemungkinan berasal dari komples pekuburan Lembah Elah, barat daya Yerusalem. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat legendaris dimana pertempuran Daud dan Goliath berlangsung. Beit Imri mungkin berada di lereng Gubung Hebron.

Penemuan kotak tua dengan ukiran pesan ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2002, benda serupa pernah ditemukan namun akhirnya terungkap bahwa hanya hoax. Goren sendiri menekankan bahwa kotak tua yang diotentifikasi olehnya benar, ia mampu menerangkannya secara ilmiah.

"Ketika batu terpendam selama ribuan tahun, ia dipengaruhi oleh lingkungan dan mempengaruhi lingkungannya," jelas Goren. Proses erosi, pengasaman, tumbuhnya bakteri, alga dan lumur kerak, merupakan proses yang tak mungkin ditiru di lab. Penemuan kotak tua ini dipublikasikan di Israel Exploration Journal.

 
Sumber :
kompas.com

Kesetrum Bisa Bikin Kita Lebih Pintar Matematika

Tentu saja bukan kesetrum dengan tegangan tinggi. Menurut para peneliti di Oxford University, dengan menyalurkan arus listrik KECIL ke otak bisa bikin kita lebih muda mempelajari matematika.

Mereka menemukan bahwa dengan mengarahkan ke bagian otak yang disebut lobus parialis dapat meningkatkan kemampuan para relawan dalam memecahkan masalah numerik.


Mereka berharap penemuan ini dapat membantu mereka yang mempunyai masalah dengan diskaklkulia.Ahli lain mengatakan, efek dari listrik ke fungsi otak lain akan diperiksa.

Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Current Biology.

"Kami tidak meyarankan orang-orang untuk berkeliling dan menyetrum diri mereka" Dr. Cohen Kadosh

Beberapa studi telah memperlihatkan bahwa satu dari lima orang mengalami kesulitan dengan matematika, tidak hanya mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah tetapi juga untuk mengelola kegiatan sehari-hari seperti mengatakan waktu dan mengelola uang.

Ahli saraf percaya bahwa aktivitas di dalam lobus parietalis memainkan peran penting dalam kemampuan ini, atau kurang dari itu.

Ketika pertama kali medan magnet digunakan untuk mengganggu aktivitas otak, para relawan dengan diskalkulia mengalami gangguan dalam hal menghitung.

Penelitian terbaru melangkah lebih jauh, dengan menggunakan 1 miliamp untuk merangsang lobus paretialis pada beberapa mahasiswa.

Ini tidak dapat dirasakan dan tidak mengganggu fungsi otak yang lain.
Dan ketika dinyalakan, mereka berusaha untuk memecahkan teka-teki simbol yang diberikan.

Ketika dialirkan dari kanan ke kiri para relawan dapat lebih cepat menyelesaikan teka-teki itu dibandingkan dengan mereka yang tidak diberi tegangan. Lain halnya dengan mereka yang diberi tegangan dari kiri ke kanan, mereka malah lebih lambat menyelesaikannya. Jadi, arah sangat penting disini.

Efeknyapun tidak berlangsung singkat, tapi bertahan lama, ketika dites lagi enam bulan kemudian, hsailnya masih sama.

"Rangsangan listrik tidak mungkin membuat kita menjadi Einstein masa kini, tapi ini dapat membantu masalah sehari-hari kita dengan matematika.
" Dr. Christopher Chambers.  


Sumber :

Ilmuwan Jepang Ciptakan Otak Transparan

Ilmuwan Jepang berhasil menciptakan otak transparan. Dengan menggunakan larutan bernama Sca le, ilmuwan itu megubah otak putih tikus yang semula berwarna keruh menjadi sebening kristal.

Otak transparan yang diciptakan bisa membantu ilmuwan melihat penanda fluorescent yang disisipkan pada tikus putih. Medical imaging memasuki era baru dengan penciptaan otak transparan ini.


"Penelitian kami saat ini memang fokus pada otak tikus, namun aplikasinya tak terbatas pada tikus maupun otak," kata Atsushi Miyawaki, peneliti RIKEN Brain Institute Jepang yang menciptakan otak transparan ini.

"Kami bisa mengembangkan pemakaian Sca le untuk organ lain seperti jantung, otot dan ginjal serta pada jaringan dari primata dan sampel biopsi manusia," lanjut Miyawaki seperti dikutip National Geographic.

Sca le merupakan larutan yang terbuat dari bahan yang relatif sederhana. Komposisinya adalah urea (senyawa utama pada urin), gliserol (senyawa yang juga terdapat pada sabun) dan deterjen yang disebut Triton X. Untuk membuat otak transparan, organ otak direndam selama 2 minggu dalam larutan ini.

Tak seperti larutan lain yang juga digunakan untuk membantu melihat otak, Sca le tak menghilangkan penanda fluorescent. Selama ini, penanda fluorescent dipakai untuk membantu fluorescent imaging.

Teknik fluorescent imaging sendiri digunakan untuk memetakan arsitektur otak, mulai jaringan saraf, pembuluh darah dan struktur lain.

Otak transparan yang diciptakan bisa membantu pemetaan arsitektur otak. Lebih luasnya, organ transparan bisa membantu pencitraan awal sebelum melakukan pencitraan yang lebih mahal seperti CT Scan dan MRI.

Aplikasi untuk penanganan penyakit, dokter bisa menganalisa apakah perawatan yang diberikan benar-benar berdampak pada organ target. Ini hal yang belum bisa dilakukan sebelumnya dalam dunia medis.

Meski banyak manfaatnya, larutan Sca le tidak akan digunakan segera secara luas. Miyawaki mengatakan, Sca le saat ini masih terlalu toksik untuk digunakan.

"Saat ini kami sedang mencari kandidat reagen lain yang memungkinkan kita mempelajari jaringan hidup dengan cara yang sama dengan transparansi yang lebih rendah," jelas Miyawaki. Penemuan Miyawaki dipublikasikan di Jurnal Nature Neuroscience.

 
Sumber :
kompas.com

Hati-hati, Tembakau Akibatkan Kanker Leher

Pusat penelitian rumah sakit Dharamshila, Delhi, India, meneliti tentang bahaya tembakau. Lembaga ini menyebutkan, konsumsi tembakau mengakibatkan kanker kepala dan leher.


“Hampir 50 persen kasus penyakit kanker kepala dan leher disebabkan oleh tembakau. Selama ini tembakau hanya dikenal sebagai penyebab kanker mulut dan paru-paru,” seperti dikutip dari The Hindu.

Penyakit kanker kepala dan leher bisa menyerang mulut, tenggorokan, sinus, lubang pernapasan, pangkal tenggorokan, dan kelenjar lidah. Kanker ini umumnya menyerang kaum pria usia di atas 50 tahun.

Sekitar 85% penderita adalah orang-orang yang sering mengkonsumsi alkohol dan perokok, atau bisa juga karena mulut kotor, gigi palsu yang tidak pas, serta menghirup dan mengunyah tembakau. Gejalanya antara lain munculnya benjolan pada leher (getah bening), perubahan suara, luka dan bengkak pada mulut, pendarahan, kesulitan menelan atau bernafas, dan sakit telinga.


SUmber :

Tegon, Anjing yang Bisa Menyala dalam Gelap


Anjing bernama Tegon punya kemampuan bersinar dalam gelap. Tegon adalah anjing kloning yang dihasilkan ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian penyakit manusia, seperti alzheimer dan parkinson.

"Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline," ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).

Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.

Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.

Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloid diketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.

"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun.

Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.


Sumber :